Home
News

Mengapa Memilih Coding Bootcamp?

Kamu sebagai anak muda pastinya punya impian dan ekspektasi yang tinggi untuk masa depan kamu. Kehidupan yang tercukupi, serba mudah dan nyaman. Mungkin pernah juga terlintas dalam pikiran kamu bahwa dimasa depan nanti segala hal dapat kamu perintahkan kepada mesin/aplikasi dengan hanya satu sentuhan saja atau bahkan hanya dengan memberikan perintah suara saja, sementara kamu duduk manis menikmati teh hangat dengan beberapa keping biskuit di sore hari dan membiarkan mesin/aplikasi yang bekerja untuk kamu. Masa depan yang amazing bukan? Semua orang akan memimpikan hal itu. Tapi, bagaimana jika kamu adalah salah satu orang yang berbakat yang akan mewujudkan semua itu menjadi nyata?

Menjadi seorang Developer akan menjadikan kamu salah satu “the real agent of change”. Kamu tidak asing lagi dengan aplikasi yang memudahkan aktivitas keseharian kamu seperti Uber Taxi, bayangkan kamu harus memanaskan mobil untuk beberapa menit, lalu menyetir sendiri dan bermacet-macetan di tengah kota sementara kamu memiliki deadline di kantor. Dengan Uber Taxi, kamu hanya tinggal membuka aplikasi, mementukan tujuan dan tempat penjemputan, dan tidak lama kamu akan dijemput sementara kamu bisa sambil mengerjakan deadline dalam perjalanan tanpa harus stress dengan macet. worth it bukan. Lalu ketika kamu lapar dan pekerjaan kamu menumpuk, sehingga kamu tidak bisa keluar untuk sekedar membeli makanan/snack kamu bisa mengunakan aplikasi Go-food. Dan ketika kelelahan, kamu bisa menggunakan aplikasi Go-Massage. Semuannya sudah ada dalam genggamanmu. Bayangkan yang terjadi beberapa tahun kedepan! Mungkin kamu bisa menjadi raja untuk diri kamu sendiri dan dilayani oleh berbagai aplikasi yang memanjakan kamu.

Itulah hal yang sekarang terjadi di Indonesia. Dan tahukah kamu, semakin banyak perusahaan teknologi yang berkembang di Indonesia, maka pencarian developer berbakat semakin gencar dilakukan. Mereka berlomba untuk mendapatkan calon terbaik untuk bergabung dalam perusahaan mereka.

Ditambah lagi, dukungan dari berbagai pihak lokal, asing, maupun pemerintah sangat terlihat dari apresiasi positif yang diberikan untuk perkembangan dunia digital Indonesia, seperti, mengalokasikan dana Kredit Usaha Rakyat sebesar 1 Triliun khusus untuk mendukung usaha startup Indonesia. Selain itu, pemerintah juga menargetkan untuk mencetak 1000 startup dan membesarkan e-commerce pada 2020 mendatang. Terbayang bukan, seberapa diperlukannya developer saat ini? mungkin kamu, adalah salah satu orang yang dicari itu. Dare your self!

Asumsi orang kebanyakan, menjadi seorang developer adalah hal yang sulit. Memahami berbagai bahasa pemrograman misalnya, yang terdengar asing dan rumit. Tidak se-rumit itu sebenarnya, apalagi, jika menjadi developer adalah cita-cita kamu, semuannya akan menyenangkan sekali. Banyak lembaga pendidikan yang menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung untuk mempelajari bahasa pemrograman mulai dari awam hingga pro. Perguruan tinggi misalnya, swasta maupun negeri berlomba lomba mencetak lulusan berpendidikan untuk menjadi seorang developer profesional.

Ada solusi yang dapat mempermudah semua itu, Coding Bootcamp. Masih terdengar asing, khususnya di Indonesia. Tidak banyak orang yang mengetahui apa itu Coding Bootcamp. Padahal, dengan ikut berpartisipasi dalam Coding Bootcamp, kamu bisa belajar dengan lebih intens dan efektif. Ada lebih dari 60 Coding Bootcamp berkembang di seluruh dunia beberapa tahun ini. Di Indonesia sendiri masih terbatas, HACKTIV8 adalah satu-satunya Coding Bootcamp di Jakarta. Ada beberapa hal yang mungkin bisa kamu pertimbangkan dalam membantu kamu untuk memutuskan apakah kamu akan mengikuti program Coding Bootcamp tidak.

  • Materi Pengajaran Pada perguruan tinggi, kamu akan diajarkan segala hal, termasuk hal yang ‘non developer’ itu sebabnya kamu membutuhkan waktu yang lebih banyak dan biaya yang tidak murah. Dalam Coding Bootcamp, kamu akan diajarkan apa yang penting untuk menjadi seorang developer. Materi pengajaran fokus kepada apa yang akan kamu gunakan pada kehidupan kamu sebagai developer dan tentunya disesuaikan dengan perkembangan bisnis sekarang.
  • Waktu Seperti yang dibahas sebelumnya, kamu membutuhkan 4 tahun di perguruan tinggi. Sementara di Coding Bootcamp kamu bisa mempersempit nya dengan beberapa minggu yang intensif.
  • Pengajar Di perguruan tinggi, orang orang dengan latar belakang akademisi akan lebih diprioritaskan untuk menjadi pengajar, dalam arti lain, sebagian besar pengajar bukanlah orang lapangan. Sementara bootcamp menghadirkan profesional yang sudah paham betul kondisi di lapangan sebagai profesional developer.
    Koneksi Kamu membutuhkan jejaring yang kuat di lapangan. Dalam perguruan tinggi, hanya mahasiswa yang aktif saja yang akan memiliki banyak koneksi. Dalam Coding Bootcamp, koneksi terjalin dengan sendirinya, karena semua yang terlibat dalam Coding Bootcampadalah developer yang secara otomatis memiliki koneksi ke berbagai lembaga yang berbasic developer.
  • Peluang Karir Dengan banyaknya koneksi, dan pengalaman dalam Coding Bootcamp akan secara otomatis juga meningkatkan peluang karir kamu. Ditambah lagi apabila Coding Bootcamp tersebut memberikan jaminan kerja setelah kamu lulus, seperti yang diberikan oleh HACKTIV8

Jadi, apa yang mempuat kamu masih ragu untuk menjadi salah satu “the real agent of change”? Ambil langkah nyatamu. Dengan Coding Bootcamp, kamu satu langkah di depan dari para pesaing kamu.