The Beginner’s Guide To Scrum And Agile Project Management (Part 2)

The Beginner’s Guide To Scrum And Agile Project Management (Part 2)

Dalam post kami minggu lalu, kami mengenalkanmu dengan arti dari konsep “Agile” dan “Scrum”. Jika kamu belum membaca post itu, klik link ini sebelum kamu lanjut membaca post lanjutan ini.

Blog post minggu ini akan membawamu lebih dalam ke dunia Agile Scrum.

Kamu siap?

Untuk memahami Scrum, kamu harus mengenal peran dan bagian-bagian dari Scrum. Kamu tidak perlu memiliki pengalaman atau sertifikasi spesifik untuk mengenal Scrum lebih dalam.

Pertama, mari kita lihat bagian-bagian yang membentuk proses Scrum:
Scrum dimulai oleh seorang “Product Owner”. Ia adalah orang yang mewakili kemauan pengguna dan berkuasa untuk menilai dan mengatur apa yang masuk kedalam produk akhir.

Product owner bertanggung jawab untuk membuat “Backlog”. Backlog adalah daftar tugas dan keperluan yang dibutuhkan untuk membuat sebuah produk. Backlog harus diprioritaskan oleh seorang Product Owner.
Contoh: Jika saya menggunakan Scrum untuk membuat desain sebuah mobil, hal seperti “Harus memiliki mesin” akan menjadi salah satu prioritas utama di Backlog karena mobil tidak bisa berfungsi tanpa mesin. Hal seperti “Harus di cat warna merah” akan saya taruh di bawah daftar prioritas; hal itu mungkin penting, namun tidak esensial agar sebuah mobil dapat berfungsi.

“Sprint” adalah sebuah kurun waktu yang digunakan oleh tim untuk menyelesaikan tugas yang ada di Backlog. Lamanya sebuah Sprint tergantung oleh kebutuhan tim, namun biasanya berlangsung selama 2 minggu.

“Daily Scrum” berlangsung setiap hari. Dalam Daily Scrum, tim bertemu untuk memberi laporan singkat atas perkembangan dari tugas mereka. Banyak orang juga menyebutnya sebagai “Daily Stand-Ups”.

Setiap Sprint diakhiri oleh sebuah ulasan, atau disebut dengan “Retrospective”, dimana tim akan membahas pekerjaan mereka dan mencari cara untuk berkembang di Sprint selanjutnya.

Seperti yang kamu lihat, tidak ada keperluan atau kemampuan khusus yang kamu perlukan untuk mulai mendalami Scrum. Kamu hanya perlu memahami istilah istilah yang ada dan mengikuti aturan dan petunjuk Scrum yang berlaku.

Jika kamu sudah bosan dengan metode cara kerjamu atau merasa itu sudah tidak efektif, cobalah mulai menggunakan Scrum.

Karena kamu tidak membutuhkan pelatihan khusus untuk mulai mengadopsi Scrum, kamu dapat mempelajarinya sendiri. Mempelajari dasar-dasar Scrum bukanlah hal yang sulit. Hal yang lebih menantang adalah casa menguasai teknik Scrum dengan benar.

HACKTIV8 menyediakan workshop Scrum khusus bagimu dan timmu yang ingin menguasai teknik tekni Scrum.

Ikuti workshop 2 hari kami yang diadakan di akhir minggu bersama seorang Scrum Master dari Australia dan dapatkan tips rahasia untuk bekerja sama secara lebih cepat dan efektif bersama timmu.

Workshop Scrum kami selanjutnya akan diadakan di Januari 2019.

Daftar sekarang!

Photo Credit: rawpixel on Unsplash

HACKTIV8

HACKTIV8

HACKTIV8 is a 12-week web development coding bootcamp focusing on Full Stack JavaScript.