Pengertian dan Fungsi Database dalam Pemrograman

Di era digital ini, teknologi sudah menjadi bagian kebutuhan di setiap aspek kehidupan manusia. Hampir setiap hari kita pasti menggunakan aplikasi online dan media sosial untuk mempermudah aktivitas kita. Dibalik itu semua, tahukah kamu bahwa ada suatu sistem besar database yang menyimpan semua data kita. Apa itu database? Bagi sebagian besar orang awam mungkin menganggap suatu database hanyalah terbatas pada kumpulan data dan informasi yang hanya perlu di backup untuk keamanan. Padahal database atau basis data adalah aspek yang sangat penting dalam sistem informasi karena berfungsi sebagai gudang penyimpanan data yang dikelola sedemikian rupa berdasarkan metode tertentu untuk nantinya diolah lebih lanjut. Namun, pada hakikatnya penerapan dari database itu sendiri tidak hanya dijumpai pada lingkup IT saja, melainkan di segala bidang mulai dari sekolah atau universitas, perusahaan, pemerintahan, dan lain sebagainya. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, maka proses pengolahan database sudah menggunakan media komputer.

Pengertian Basis Data (Database)

Database adalah sekumpulan data dan informasi yang tersimpan dan tersusun rapi pada ruang penyimpanan komputer secara sistematik sehingga mudah saat diakses oleh program komputer untuk mencari keberadaan suatu data. Nantinya data tersebut dapat diperiksa, diproses, atau dimanipulasi oleh program komputer untuk memperoleh informasi dari database. Singkatnya, istilah database ini mengacu pada kumpulan data yang saling terkait satu sama lain, di mana tujuan database digunakan untuk mengelola data secara lebih efektif dan efisien. Adapun cara kerja database ini menggunakan suatu perangkat lunak yang bertugas untuk memanggil query basis data sesuai dengan kebutuhan pengguna yang bernama Database Management System (DBMS).

Fungsi Database

Database memiliki fungsi dan spesifikasi yang berbeda-beda. Inilah beberapa fungsi database yang perlu kamu ketahui:

  • Mengelompokkan data dan informasi agar mempermudah dalam proses identifikasi data. Database akan menampilkan data sesuai dengan permintaan dari user tentang suatu informasi dengan proses yang cepat dengan bantuan software Database Management Systems (DBMS).
  • Mencegah inkonsistensi data dan duplikasi data. Database akan memberikan notif secara langsung jika terjadi duplikasi data. Duplikasi dalam database ini sangat dimungkinkan sekali karena dari banyaknya jumlah data yang diinput. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menerapkan sistem kata kunci atau Primary Key.
  • Menyederhanakan proses menyimpan, mengakses, memperbarui, dan menghapus data. Admin akan lebih mudah dalam mengelola semua kegiatan tersebut diatas walaupun jumlah datanya cukup besar.
  • Menjaga kualitas data dan informasi yang dimasukkan. Di sini peran software sangat penting terutama mengkondisikan agar data tersimpan tetap aman sampai data dibutuhkan.
  • Membantu proses penyimpanan data dengan kapasitas besar. Hal ini juga menjadi solusi terbaik dari penggunaan kertas sebagai media penyimpanan yang kurang efektif serta mengatasi masalah penyimpanan data konvensional yang memerlukan ruang yang besar dan memakan biaya banyak. Dengan adanya database maka file dapat disimpan secara digital.
  • Meningkatkan kinerja aplikasi/software yang membutuhkan penyimpanan data. Suatu database juga dapat menjadi alternatif lain terkait masalah penyimpanan ruang dalam suatu aplikasi. Hal ini dikarenakan keterbatasan dari media penyimpanan oleh kebanyakan aplikasi komputer.

Macam-Macam Database

Sebuah database umumnya meliputi data yang dipakai pengguna dan tiap pengguna tersebut tentu punya kepentingan berbeda-beda. Dengan adanya hal itu maka pembagian database dikelompokkan menjadi beberapa jenis sesuai dengan fungsi dan kegunaannya masing-masing. Adapun macam-macam database yang paling sering digunakan antara lain:

Operational Database

Operational Database atau biasa disebut dengan database OLTP (On Line Transaction Processing) yang bisa menyimpan data dengan rinci dan detail agar mudah diakses. Jenis database ini berguna untuk mengelola data yang dinamis secara langsung atau real-time serta memungkinkan para pengguna dapat melakukan, melihat, dan memodifikasi data.

Relational Database

Jenis database satu ini memang paling populer dan banyak digunakan saat ini, hal ini karena dengan menggunakan Relational Database, user dapat mengakses atau mencari informasi dalam tabel yang berbeda – beda. Query yang dilakukan juga dapat melibatkan beberapa tabel karena fungsi relasi ini. Umumnya, semua sistem menggunakan Structured Query Language (SQL) sebagai bahasa pemrograman untuk pemeliharaan basis data dan query.

Distributed Database

Sesuai namanya distributed database ini bisa mendistribusikan suatu data dengan cara tersebar dan tetap saling berkaitan serta bisa diakses secara bersamaan. Database jenis ini biasanya digunakan pada suatu lembaga atau perusahaan yang terdiri dari beberapa cabang, agar dapat memudahkan user mengakses data dari tempat satu ke tempat lainnya.

External Database

External Database mampu menyediakan akses ke bagian eksternal, data yang disimpan nantinya akan digunakan untuk keperluan komersial. Akses ke dalam database ini akan lebih mudah karena diperuntukkan bagi publik dan disamping itu juga lebih efisien karena tidak perlu mencari informasi dari internet.

Analytical Database

Analytical Database menyimpan data dan informasi yang diambil dari external database dan juga operational database. Database ini terdiri dari data dan informasi yang dirangkum paling dibutuhkan oleh sebuah organisasi manajemen dan End-user lainnya. Beberapa orang menyebut analitis multidimensi database sebagai database, manajemen database, atau informasi database.

Database Warehouse

Database warehouse atau disebut juga data warehouse (DW atau DWH) adalah sistem database yang kerap digunakan untuk pelaporan dan analisis data. Database warehouse menjadi tempat menyimpan repository sentral dari satu database atau lebih. Database yang berada di warehouse akan diunggah dari sistem operasional yang ada seperti pada sistem pemasaran atau penjualan.

End – User Database

End user database adalah database pengguna akhir yang terdiri dari dari berbagai jenis file yang dikelola dan dikembangkan oleh end user workstation. Contoh database end user ini adalah dokumen spreadsheet, word processing bahkan file download juga termasuk dari end user database.

Jenis Database

Database mempunyai dua varian model, yaitu model Post-relational database dan model Object database. Berikut penjelasan kedua jenis database tersebut.

Post-relational Database Models

Sebuah produk yang menawarkan model data yang lebih umum dari model relasional dan dikenal sebagai post-relational. Model data dalam produk tersebut mencakup hubungan namun tidak dibatasi oleh Prinsip Informasi yang mana mewakili semua informasi dengan nilai-nilai data dalam kaitannya dengan hal itu.

Object database models

Dalam beberapa tahun terakhir, paradigma yang berorientasi pada objek telah diterapkan dalam bidang-bidang seperti teknik dan spasial database. Object database models ini berusaha untuk membawa dunia database dan aplikasi-dunia pemrograman lebih dekat bersama-sama, khususnya dengan memastikan bahwa database menggunakan jenis sistem yang sama seperti program aplikasi.

Dengan adanya database, ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan untuk membantu dan memudahkan pekerjaan kita. Mulai dari pengumpulan data, penyimpanan data, menghapus data, mengelompokkan data penting, dan masih banyak lagi. Hal ini juga sangat penting bagi para programmer dalam membuat suatu aplikasi web atau perangkat keras. Kamu bisa memilih jenis database yang sesuai dengan kebutuhan agar pekerjaan kamu bisa terorganisasi dengan baik.

Share this article: Link copied to clipboard!

You might also like...

Cara Membuat Aplikasi Android Dengan Firebase