Mengapa Kualitas Kode Tidak Begitu Penting Saat Merekrut Programmer Senior?

Di awal tahun 2020, seluruh aktivitas masyarakat, bisnis dan industri harus berubah drastis dan dilakukan secara online. Inilah saat di mana Indonesia seperti dipaksa untuk bertransformasi ke ranah digital. Bisnis harus melakukan transformasi digital dalam hitungan minggu.

Di tengah kehebohan ini kita dapat melihat salah satu kebutuhan yang meningkat drastis yaitu kebutuhan programmer. Hampir semua perusahaan membutuhkan programmer untuk dapat mengalihkan bisnisnya ke ranah digital. Bahkan setelah satu tahun berjalan, perusahaan masih aktif merekrut programmer atau engineer.

Hal ini dirasakan oleh Hacktiv8 sebagai tempat pelatihan pemrograman intensif sekaligus penyalur programmer berbakat ke perusahaan Indonesia. Seiring dengan semakin banyak karyawan dengan latar belakang non IT mendaftar untuk menjadi siswa dan mendalami dunia programming. Hacktiv8 mengalami peningkatan demand programmer.

Pada satu kesempatan, Co-Founder Hacktiv8, RIza Fahmi, melakukan bincang-bincang melalui podcast persembahan DeepTech yang berjudul “Ngobrolin Startup dan Teknologi”. Bersama Ajey Gore sebagai bintang tamu, podcast ini membicarakan kehidupan Ajey sebagai engineer dan pengalaman terdahulunya sebagai Group CTO Go-Jek.

Dalam bincang-bincang ini Ajey membagikan strateginya untuk merekrut programmer atau engineer. Berikut ini strategi Ajey yang kini menjabat sebagai Operating Partner Tech di Sequoia Capital, India:

Merekrut Senior Engineer atau Engineer Leader

Business photo created by yanalya-www.freepik.com

Saat merekrut Senior Engineer, Ajey tidak memberatkan pada kualitas kode yang dihasilkan melainkan pada cara berpikir dan memecahkan masalah kandidat tersebut. Luasnya cakupan ilmu dalam dunia teknologi membuat seseorang tidak mungkin menguasai semuanya. Menurutnya yang terpenting adalah sedalam apa pemahaman seorang kandidat terhadap satu bidang.

Hal penting berikutnya dalam merekrut Senior Engineer adalah seberapa besar rasa penasaran yang dimiliki kandidat. Dengan rasa penasaran yang tinggi, seorang kandidat akan haus pengetahuan dan memiliki drive untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

Merekrut Junior Engineer

Business photo created by yanalya - www.freepik.com

Ajey mengungkapkan prinsipnya bahwa mengembangkan talenta yang sudah ada lebih baik daripada merekrut talenta dari luar. Jika seorang junior memiliki jenjang karir yang bagus, ketika sudah menjadi senior atau jabatan yang lebih tinggi, ia akan berusaha mengembangkan kemampuannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hal yang harus dilihat saat merekrut Junior Engineer adalah kemampuan dan minat kandidat untuk dapat mengembangkan diri.

Kriteria seorang Senior Engineer yang baik

Business photo created by pressfoto-www.freepik.com

Pada sesi bincang-bincang ini Ajey Gore menambahkan bahwa seorang Senior Engineer yang baik memiliki kriteria sebagai berikut:

  • Dapat menjadi coach: membantu junior yang melakukan kesalahan atau dalam kesulitan.
  • Dapat menjadi mentor: membantu junior atau bawahannya dalam membangun karir.
  • Dapat menjadi advisor: memberikan masukan dan saran terhadap kinerja atau project yang dijalankan juniornya.

Itulah strategi merekrut programmer atau engineer ala Ajey Gore, Operating Partner Tech di Sequoia Capital, India. Hacktiv8 juga telah menyusun tips merekrut tenaga IT yang dapat Anda coba di saat kebutuhan meningkat seperti sekarang. Selamat mencoba.

Share this article: Link copied to clipboard!

You might also like...

Lulusan SMK Sukses Jadi Programmer

Dari Lulusan SMA Jadi Programmer Wanita

Memilih Career Switch Menjadi Programmer di Usia 32 Tahun