Calon Programmer Harus Tahu Hal Ini

programmingnews

Calon Programmer Harus Tahu Hal Ini

Berkembangnya industri teknologi sekarang ini semakin memberi tantangan khususnya kepada para pekerja IT. Tidak heran jika Programmer sering dicap sebagai seorang geek yang “bertempur” di balik sebuah aplikasi mobile maupun web. Mengapa disebut begitu? Karena Programmer yang mengetahui seluk beluk teknis dari mulai membangun aplikasi tersebut, maintenance hingga ke tahap live.

Ironinya, akumulasi dari waktu dan tenaga yang diinvestasikan Programmer untuk membangun dinasti sebuah aplikasi, kadang berdampak pada perubahan perilaku yang condong ke arah negatif. Sebagai contoh, mereka rentan akan sikap yang kurang peka terhadap sekitarnya, merasa superior dari segi intelegensi, hingga masalah komunikasi yang kurang piawai.

Selain dicap sebagai geek, banyak orang yang memukul rata (stereotype) pendapatnya akan sikap introvert para Programmer. Sebenarnya hal ini murni terjadi karena Programmer lebih banyak menghabiskan waktunya di depan komputer dibanding melakukan kegiatan sosial seperti mengobrol dengan teman di coffee shop atau sekadar ngumpul di acara-acara tertentu. Oleh karena itu, secara tidak langsung membentuk kepribadian seorang Programmer menjadi lebih individualis.

Terlepas dari dampak negatif yang seringkali hinggap pada diri Programmer, sesungguhnya banyak peluang positif yang bisa diraih oleh Programmer, terlebih lagi Programmer yang mampu berkomunikasi dan menguasai Bahasa Inggris.

Kemampuan berbahasa Inggris seharusnya sudah menjadi hal lumrah di kalangan profesional Indonesia, bukan hanya di bidang teknologi, tetapi segala bidang pekerjaan sudah menuntut pekerjanya untuk mampu berbahasa Inggris. Terlebih lagi di bidang IT, seorang Programmer akan lebih cepat berdiri di puncak karirnya apabila ia menguasai bahasa Inggris, plus memiliki kemampuan berkomunikasi yang sangat baik. Hal ini juga yang membedakan benefit antara bekerja di perusahaan IT lokal maupun asing. Padahal jika ditelaah, jenis pekerjaannya pun tidak terlalu berbeda tingkat kesulitannya.

Di samping itu, apabila kita melihat perusahaan raksasa seperti Microsoft dan Facebook, kita tentu menyadari bahwa pendiri perusahaan tersebut adalah seorang Programmer. Bill Gates dan Mark Zuckerberg sukses membuktikan seorang Programmer mampu mendirikan dan memimpin perusahaan. Hal ini memang berkaitan dengan kemampuan teknis dan non teknis yang dimiliki Programmer, di mana secara teknis dan logis, seorang Programmer paham bagaimana merancang sebuah model bisnis yang potensial dan meluncurkan strategi pemasaran yang tepat pada sasaran.

Setiap keahlian, baik yang sudah ada maupun yang sedang dipelajari, akan selalu bermanfaat di masa depan. Tidak melulu diperuntukkan untuk bidang yang sesuai dengan keahliannya, tetapi dapat digunakan sebagai bekal untuk keluar dari zona nyamannya.