Berapa Usia Anak yang Ideal Untuk Belajar Coding?

Perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0 semakin pesat seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang melakukan transformasi digital untuk bisa mengembangkan bisnisnya. Hal ini membuat skill coding menjadi salah satu skill yang paling banyak dicari di industri saat ini. Jika dulu programming hanya diminati oleh orang-orang yang tertarik dengan dunia komputer atau IT, kini banyak masyarakat yang menggeluti bidang tersebut untuk bisa mendapat karir yang lebih baik. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang mulai memberikan edukasi tentang coding kepada anak-anak sejak dini untuk mempersiapkan masa depan mereka. Meski begitu harus ada ketertarikan dari anak-anak terlebih dahulu seperti menyukai game atau terbiasa dengan gadget untuk menumbuhkan minat mereka ke bidang ini. Pasalnya, tidak sedikit orang tua yang berpikir bahwa coding bisa dipelajari oleh anak-anak sekalipun tanpa melihat usia dan potensi yang mereka miliki.

Kenapa Anak Perlu Belajar Coding?

Anak Belajar Coding

Coding sangat bermanfaat bagi anak-anak untuk mengasah kreativitas mereka. Selain itu coding juga dapat melatih nalar dan logika mereka dalam berpikir. Untuk itu penting bagi para orang tua untuk memantau perkembangan anak jika mereka tertarik dalam bidang programming. Menurut Co-Founder Hacktiv8, pelatihan pemrograman intensif pertama di Indonesia yang mentransformasi pemula menjadi programmer siap kerja, Riza Fahmi, usia yang ideal bagi anak untuk belajar coding adalah 4-5 tahun. Namun, sebaiknya anak-anak belajar computational thinking terlebih dahulu untuk bisa berpikir secara logika. “Setelah itu baru diperkenalkan game seperti Minecraft yang bisa diprogram, kemudian mempelajari Scratch”, katanya. Lebih lanjut Riza mengatakan jika memang anak tertarik dan orang tua dapat memfasilitasi mereka, anak-anak dapat diberikan sejenis lego Mindstorm untuk belajar logika menggunakan robot atau remote. “Itu merupakan bekal mereka untuk bisa langsung belajar basic pemrograman seperti JavaScript atau Python,” tambahnya.  

Dengan begitu perlu dipahami meski anak-anak bisa belajar coding sejak dini, bukan berarti mereka bisa langsung mempelajari bahasa-bahasa pemrograman yang umum digunakan oleh programmer. Sebagai orang tua, Anda harus bisa memberikan bekal yang sesuai dengan asupan mereka agar anak-anak tidak merasa stres dalam belajar. Coding tidak hanya belajar seputar bahasa pemrograman, tapi juga melatih soft skill mereka. Berikut beberapa manfaat yang bisa didapatkan anak-anak dengan belajar coding.

Melatih Kreativitas

Anak-anak yang dibekali pembelajaran coding sejak dini akan memiliki tingkat kreativitas yang lebih tinggi dibanding teman-teman sebayanya. Hal ini membuat anak jadi lebih cepat tanggap dalam menyikapi permasalahan orang-orang di sekitarnya hingga mampu memberikan solusi dari permasalahan tersebut.

Memiliki Skill Problem Solver

Seiring dengan banyaknya tantangan yang mereka hadapi dalam belajar coding akan menumbuhkan skill problem solver dalam diri mereka. Dengan kemampuan ini anak-anak dapat berpikir secara kritis untuk menyelesaikan suatu masalah.

Menciptakan Inovasi

Anak-anak yang belajar coding akan cenderung lebih peka dengan permasalahan yang sedang terjadi di dunia. Hal ini akan menumbuhkan keinginan dalam diri anak-anak untuk bisa membantu dan memberikan inovasi dari ide-ide kreatif yang mereka ciptakan.

Memiliki Prospek Karir yang Panjang

Pesatnya perkembangan teknologi yang tidak bisa dihindari membuat coding menjadi salah satu skill yang paling banyak dicari perusahaan. Dengan mempelajari coding akan meningkatkan daya saing mereka di masa depan hingga dapat berperan penting dalam memajukan teknologi.

Membangun Perusahaan Sendiri

Banyak orang yang sukses mendirikan perusahaan sendiri karena memiliki skill coding. Sebut saja seperti Elon Musk, Bill Gates, Mark Zuckerberg, dan Tim Cook. Mereka sukses menjadi orang terkaya di dunia berkat belajar coding. Jadi bukan tidak mungkin dengan berbekal skill pemrograman anak-anak dapat merintis perusahaan mereka sendiri di masa depan.

Kursus Programming Untuk Anak

Sekolah Coding Anak

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, sudah banyak sekolah coding informal yang menawarkan program belajar coding untuk anak. Ada beragam program yang dirancang khusus untuk menumbuhkan minat belajar coding pada anak-anak mulai dari usia 4-16 tahun. Biaya pembelajaran yang ditawarkan pun variatif berkisar antara Rp 350 ribu hingga Rp 20 juta tergantung usia. Untuk anak-anak dengan usia 4 tahun biasanya akan diperkenalkan dengan teknologi robot untuk mengasah otaknya. Sedangkan untuk anak usia 6 tahun ke atas akan belajar algoritma dasar untuk membuat animasi serta karakter dalam game dan fungsi yang lebih interaktif dari karakter tersebut hingga bisa membuat game sendiri. Kelas anak-anak dengan usia 8-16 tahun baru akan diajarkan coding yang sesungguhnya untuk bisa membuat website, mobile apps, 2D dan 3D desain, serta 3D branding.

Dengan membekali pembelajaran coding kepada anak-anak sejak dini akan menjadi investasi yang menguntungkan bagi karir mereka di masa depan. Jika Anda melihat potensi yang besar dalam diri mereka untuk menjadi programmer. Maka pastikan Anda selalu mengawasi perkembangan mereka dalam belajar dan mulai mempertimbangkan mencari sekolah coding yang dapat memaksimalkan bakat si kecil.

Share this article: Link copied to clipboard!

You might also like...

Belajar Coding Untuk Anak, Perlukah Sejak Dini?