IT Degree Vs. Coding Bootcamp

Gelar IT VS Coding Bootcamp? Yang manakah yang cocok untuk kamu?

Space vs Tabs. Vim vs Emacs. Coding Bootcamp vs Gelar IT. Hal-hal seperti ini adalah bahan perdebatan sensasional di dunia coding.

Kali ini, kami akan mencoba untuk fokus ke satu pertanyaan yang adalah mencoba menelaah pro dan kontra dari gelar Computer Science dan juga coding bootcamp.

Sebuah survey di tahun 2016 mengumpulkan data dari 56.000 developer dan mencoba menganalisis bagaimana mereka memulai karir mereka di industri programming. 69.1% dari responden yang ada mengakui bahwa kemampuan coding mereka didapatkan secara otodidak, 34.8% melalui kuliah di jurusan Computer Science, dan 6.5% mengikuti coding bootcamp.

Jika kamu ingin memulai karirmu di dunia programming, kamu pasti butuh bahan pertimbangan terlebih dahulu. Maka dari itu, inilah beberapa pro dan kontra dari gelar Computer Science dan coding bootcamp.

PRO & KONTRA DARI GELAR COMPUTER SCIENCE

PRO

  • Kamu akan diperkenalkan dengan banyak teori coding.
  • Kamu akan terjun ke topik yang lebih akamedik dan teoretik.
  • Pengetahuan yang kamu punya dapat diaplikasikan ke banyak software platform yang ada.
  • Kamu mendapat pengetahuan yang luas dan juga jaringan sosial yang kamu dapat selama pengalaman kamu belajar 4 tahun di universitas.

KONTRA

  • Praktik konkrit kadang tak menjadi bagian dari kurikulum.
  • Banyak universitas yang belum meng-update kurikulum mereka sesuai dengan trend di industri.
  • Kurangnya keberagaman di lingkungan perkuliahan (mayoritas mahasiswa adalah laki-laki.)
  • Beban finansial yang besar yang bisa berujung pada hutang.

PRO DAN KONTRA DARI CODING BOOTCAMP

PRO

  • Coding Bootcamp jauh lebih murah dibandingkan gelar Computer Science.
  • Bootcamp hanya memakan waktu beberapa bulan.
  • Kurikulum selalu up-to-date dengan trend terbaru di industri.
  • Bootcamp berfokus pada hireability; murid dari coding bootcamp memiliki kesempatan mendapatkan kerja yang lebih tinggi dengan pelatihan yang berfokus untuk menyiapkan murid untuk praktik di dunia kerja dan juga bantuan karir seperti penyiapan CV dan latihan wawancara.
  • Kamu bisa mendapatkan pengalaman coding dengan peralatan yang memenuhi standard industri dan juga pengalaman bekerja secara team.
  • Kurikulum lebih flexible terhadap masukan dan juga respon dari murid.

KONTRA

  • Jika kamu ingin belajar komputer secara teoretikal, kurikulum perkuliahan yang berfokus di dunia akademik akan lebih cocok untuk kamu.
  • Bootcamp hanya berlangsung dalam periode waktu yang singkat, maka kurikulum akan menjadi sangat padat dan menantang, tapi menguntungkan. Sangat menguntungkan.

Di tahun 2015, mantan presiden Amerika Serikat Barrack Obama juga turut memuji konsep coding bootcamp. Dia salut akan seberapa terjangkaunya biaya dan juga tingginya kesempatan mendapatkan pekerjaan. Dia berkata, “Tidak masalah bagaimana kamu belajar coding, yang penting adalah seberapa handal kamu dalam menulis code.”

Manakah yang tepat untuk kamu?

Meskipun coding bootcamp memiliki keuntungan yang lebih efektif bagi kamu yang ingin langsung terjun berkarir di dunia coding, tidak ada jawaban yang memiliki 100% kepastian.

Jika kita berbicara tentang keadaan di industri, baik lulusan universitas maupun coding bootcamp masih butuh banyak belajar dan juga penyesuaian. Yang menjadi titik paling penting dari seluruh faktor pendidikan yang menentukan kesuksesanmu di dunia coding adalah kegigihan belajarmu, seberapa passionkah kamu dengan coding, kemampuanmu memecahkan masalah dan juga kemampuan komunikasi yang baik.

Tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang coding bootcamp? Kunjungi website HACKTIV8 untuk mencari tahu tentang program intensif kami.

Kamu juga bisa menghubungi staff kami jika kamu memiliki pertanyaan; dengan senang hati kami akan menjelaskan luar dalam coding bootcamp untuk kamu!

Contact us: admissions@hacktiv8.com

Source: Hackreactor